{"doc_desc":{"title":"IDN_2011_SRTP_v01-ID_M","idno":"DDI_IDN_2011_SRTP_v02-ID_M","producers":[{"name":"Iis Surtina","abbreviation":"IS","affiliation":"PFS, The World Bank","role":""}],"prod_date":"2012-11-29","version_statement":{"version":"Version 02 (December 2013). Edited version based on Version 01 (November 2012) that was done by Iis Surtina (PFS, The World Bank)."}},"study_desc":{"title_statement":{"idno":"IDN_2011_SRTP_v01-ID_M","title":"Survei Rumah Tangga Perdesaan 2011","alt_title":"SRTP 2011","translated_title":"Rural Household Survey Activity 2011"},"authoring_entity":[{"name":"Survey Meter","affiliation":""}],"production_statement":{"funding_agencies":[{"name":"The World Bank","abbreviation":"WB","role":""}]},"series_statement":{"series_name":"Other Household Survey [hh\/oth]"},"version_statement":{"version":"v0.1: Basic raw data"},"study_info":{"keywords":[{"keyword":"Pendidikan rumah tangga","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Pekerjaan rumah tangga","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Pendapatan rumah tangga","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Konsumsi rumah tangga","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Aset rumah tangga","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Kesehatan rumah tangga","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Partisipasi masyarakat","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Fasilitas pendidikan","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Fasilitas kesehatan","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Air dan sanitasi","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Media informasi","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Pemerintahan Desa\/Kelurahan","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Program Pengentasan Kemiskinan","vocab":"","uri":""}],"abstract":"Program PEKKA\nKepala rumah tangga perempuan sudah lama dikenal sebagai golongan yang termiskin di masyarakat. Oleh karena itu, beberapa lembaga  donor menargetkan mereka dalam program pengentasan kemiskinan.\nDi Indonesia, program yang berkaitan dengan kepala rumah tangga perempuan adalah PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga). Program ini dimulai tahun 2001 yang awalnya sebagai pilot project didanai oleh World Bank Jakarta yang memfokuskan kepada nasib janda miskin di wilayah konflik di Indonesia. Kemudian program ini berkembang menjadi program pengentasan kemiskinan perempuan kepala keluarga di berbagai wilayah di Indonesia. Cakupan program meliputi komponen ekonomi, hukum, dan politik. \nPEKKA merupakan program pemberdayaan sosial dan politik bagi wanita miskin, terutama mereka yang bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga\/\n\nProgram Pemberdayaan Perempuan, mencakup:\na. Pemberdayaan ekonomi:\n1. kesejahteraan ekonomi\n2. akses kepada sumber-sumber keuangan\n\nb. Pemberdayaan hukum dan politik:\n1. pastisipasi sosial dan politik\n2. kesadaran untuk berpikiran kritis\n3. mempunyai kontrol terhadap kehidupan mereka sendiri\n    \nKriteria Memperoleh Program PEKKA\na. Kriteria umum: perempuan miskin dan statusya sebagai kepala rumah tangga\nb. Kriteris khusus: \n1. perempuan yang bercerai atau ditinggal mati suaminya (janda mati atau cerai)\n2. perempuan tidak kawin yang memiliki tanggungan\n3. perempuan yang suaminya tidak bisa memberi nafkah karena sakit, menganggur, atau migran\n\nPenelitian Tentang Program PEKKA\nSurvey Rumah Tangga Pedesaan (SRTP) merupakan survei baseline dari studi evaluasi dari program PEKKA.\nPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan ekonomi, sosial dan politik perempuan miskin, khususnya bagi perempuan pemikul tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga atau penanggung beban ekonomi rumah tangga atau ditinggal pasangan karena cerai mati\/cerai hidup\/pisah.\nBeberapa informasi yang ingin diperoleh adalah tentang:\n1. kesejahteraaan ekonomi\n2. akses terhadap sumber daya keuangan\n3. partisipasi dalam kehidupan sosial dan politik\n4. kesadaran kritis terhadap hal-hal di lingkungan\n5. kontrol atas kehidupan mereka sendiri sebagai perempuan","coll_dates":[{"start":"2011-02-12","end":"2011-03-18","cycle":""}],"nation":[{"name":"Indonesia","abbreviation":"IDN"}],"geog_coverage":"4 Provinsi, 4 Kabupaten yang terbagi dalam 8 Kecamatan meliputi 24 Desa.","analysis_unit":"Unit analisis: rumah tangga, desa","universe":"1. Buku Karakteristik Desa   : Kepala Desa\/Lurah atau Sekretaris Desa\/Lurah atau Kepala Urusan.\n2. Buku Karakteristik Dusun : Kepala Dusun\/Unit Wilcah atau Ketua RW atau Ketua RT.\n3. Buku Rumah Tangga        : Kepala Rumah Tangga atau Pasangan Kepala Rumah Tangga atau Anggota Rumah Tangga perempuan lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih.\n4. Buku Indvidu Dewasa      : Anggota Rumah Tangga yang berumur lebih dari 15 tahun\n5. Buku Individu Anak          : Anggota Rumah Tangga yang berumur <= 15  tahun.","data_kind":"Sample survey data","notes":"1. Karakteristik Rumah Tangga: nama, umur, status perkawinan, pendidikan terakhir, jenjang pendidikan, dan pekerjaan.\n\n2. Ekonomi: \na. pendapatan bukan dari usaha, gaji, pendapatan dari sumber pertanian dan pendapatan bukan dari usaha pertanian\nb. konsumsi terdiri dari makanan, bukan makanan termasuk kesehatan dan perencanaan pendidikan\nc. penerimaan dari transfer, pinjaman, dan pemberian\nd. harta baik keuangan maupun non keuangan\n\n3. Modal manusia: \na. pengukuran antropometrik\nb. kesehatan mental  meliputi skala depresi serta skala stress\n\n4. Pemberdayaan: pembuatan keputusan rumah tangga\n\n5. Modal sosial: kepercayaan dari penduduk desa, orang asing, dan perempuan kepala rumah tangga"},"method":{"data_collection":{"data_collectors":[{"name":"SURVEY METER","abbreviation":"SM","affiliation":""}],"sampling_procedure":"Survei Rumah Tangga Perdesaan (SRTP)  2011 dilakukan di 4 provinsi yaitu Sumatera Barat, Yogyakarta, Banten, dan Kalimantan Selatan, di 4 Kabupaten, 8 Kecamatan, 24 desa dengan 1 dusun di setiap desa terpilih.\nDi setiap dusun, ada 100 rumah tangga yang diwawancara terdiri dari: rumah tangga miskin PEKKA, rumah tangga miskin bukan PEKKA, dan rumah tangga tidak miskin.\nJumlah total rumah tangga yang diwawancara adalah 2400 rumah tangga.\n\nRumah tangga yang diwawancara terdiri dari 5 tipe, yaitu:\n1. Rumah tangga tipe 1 (jumlah 4 rumah tangga) : rumah tangga sampel  tokoh masyarakat. ID rumah tangga tipe ini adalah F001-F004. Dimana Kepala Unit Wilcah (dusun\/jorong\/RW) akan diberi kode F001 dan tokoh perempuan diberi kode F002.\n2. Rumah tangga tipe 2 (jumlah 32 rumah tangga): rumah tangga miskin dan kepala rumah tangga perempuan (PEKKA). ID rumah tangga tipe ini adalah F005-F036.\n3. Rumah tangga tipe 3 (jumlah 32 rumah tangga): rumah tangga miskin dan kepala rumah tangga laki-laki (non PEKKA). ID rumah tangga tipe ini adalah F037-F068.\n4. Rumah tangga tipe 4 (jumlah 16 rumah tangga): rumah tangga tidak miskin dengan kepala rumah tangga perempuan (PEKKA). ID rumah tangga tipe ini adalah F069-F084.\n5. Rumah tangga tipe 5 (jumlah 16 rumah tangga): rumah tangga tidak miskin dengan kepela rumah tangga laki-laki (non PEKKA). ID rumah tangga tipe ini adalah F085-F100.\n\nTiap tipe rumah tangga mempunyai 7 rumah tangga pengganti (cadangan). Kecuali rumah tangga tipe 1 hanya mempunyai 3 rumah tangga pengganti (cadangan). Aturan penulisan ID rumah pengganti (cadangan) tersebut adalah:\n1. Rumah tangga pengganti tipe 1, ID rumah tangga adalah F101 - F103. \n2. Rumah tangga pengganti tipe 2, ID rumah tangga adalah F201 - F207. \nCadangan lain tipe 2 jika cadangan utama habis adalah cadangan tipe 3, tipe 4, tipe 5, tipe 1 (urut).\n3. Rumah tangga pengganti tipe 3, ID rumah tangga adalah F301 - F307 .\nCadangan lain tipe 3 jika cadangan utama habis adalah cadangan tipe 2, tipe 4, tipe 5, tipe 1 (urut).\n4. Rumah tangga pengganti tipe 4, ID rumah tangga adalah F401 - F407 .\nCadangan lain tipe 4 jika cadangan utama habis adalah cadangan tipe 2, tipe 3, tipe 5, tipe 1 (urut).\n5. Rumah tangga pengganti tipe 5, ID rumah tangga adalah F501 - F507 .\nCadangan lain tipe 5 jika cadangan utama habis adalah cadangan tipe 2, tipe 3, tipe 4, tipe 1 (urut).\n    \nPada saat sampling, dikategorikan rumah tangga miskin jika pendapatan per kapita rumah tangga sama atau lebih kecil dari persentil 40 % untuk setiap wilayah pencacahan. \nRumah tangga didefinisikan dengan perempuan kepala rumah tangga\/menopang ekonomi rumah tangga jika:\n1. Rumah tangga memiliki perempuan yang berstatus cerai hidup, cerai mati, atau pisah.\n2. Rumah tangga yang memiliki KRT perempuan.\n3. Rumah tangga yang memiliki perempuan dimana pasangannya tinggal di luar rumah tangga, di luar propinsi atau luar negeri.","coll_mode":"Face-to-face","research_instrument":"Survei Rumah Tangga Perdesaan ini merupakan survei komunitas dan survei rumah tangga dimana di tingkat komunitas yang diwawancara adalah kepala desa dan kepala dusun, dan di tingkat rumah tangga yang diwawancara adalah kepala rumah tangga, atau pasangan kepala rumah tangga, atau anggota rumah tangga lain.\nKuesioner yang digunakan ada 6 kuesioner, yaitu:\n1. Buku 1 adalah buku tentang karakteristik desa yang menjadi sampel yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kondisi desa.\nResponden dari buku 1 ini adalah Kepala Desa atau wakilnya yang mengetahui tentang keadaan desa antara lain mengetahui tentang program pengentasan kemiskinan, demografi desa, pemerintahan desa, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, masalah air dan sanitasi, transportasi, media informasi, dan kegiatan ekonomi.\n\n2. Buku 2 adalah buku tentang dusun. Dusun yang dimaksud disini adalah unit administrasi di bawah desa.  \nUnit administrasi di bawah desa ini di tiap lokasi sampel bisa berbeda, misalnya di Hulu Sungai Utara disebut Rukun Tetangga, di Bantul Yogyakarta disebut dusun, di Sijunjung disebut Jorong, di Tangerang disebut Jaro.\nInformasi yang dikumpulkan di buku 2 ini relatif sama dengan buku 1, hanya di buku 2 ini lebih khusus untuk wilayah dibawah desa.\n\n3. Buku 3 adalah buku rumah tangga.\nDi setiap desa akan ada 100 buku 3. Responden buku 3 adalah kepala rumah tangga atau anggota rumah tangga yang berusia 18 tahun yang mengetahui informasi tentang keadaan rumah  tangga.\nInformasi yang dikumpulkan di buku 3 ini adalah tentang karakteristik rumah tangga, program bantuan, informasi kesehatan melalui riwayat rawat jalan anggota rumah tangga, konsumsi, usaha tani, usaha non tani, harta rumah tangga, pendapatan dari harta rumah tangga, tabungan, transfer dari dan ke dalam rumah tangga, pinjaman, gangguan ekonomi, jaringan sosial, dan pengambilan keputusan dalam rumah tangga.\n\n4. Buku 4 bertujuan untuk memperoleh informasi di tingkat anggota rumah tangga yang berumur lebih dari 15 tahun.\nJumlah buku 4 ini tergantung dari jumlah anggota rumah tangga yang berumur lebih dari 15 tahun di tiap rumah tangga.\nInformasi yang dikumpulkan dalam buku 4 ini adalah tentang identitas responden dan pekerjaan.\n\n5. Buku 5. Responden buku 5  sama kategorinya dengan responden buku 4 dan PEKKA.\nInformasi yang dikumpulkan di buku 5 adalah tentang riwayat perkawinan,catatan kehamilan, partisipasi masyarakat, jaringan sosial, pengambilan keputusan, kesejahteraan, kepercayaan, kesehatan mental, hukum, dan pengambilan resiko.\n\n6. Buku 6 adalah buku individu untuk anggota rumah tangga yang berusia kurang atau sama dengan 15 tahun.\nInformasi yang dikumpulkan adalah tentang kunjungan ke Posyandu, morbiditas akut, pendidikan anak, dan pekerjaan anak.","coll_situation":"TOT (TRAINING OF TRAINERS) \nTOT diiikuti oleh Supervisor dan Editor. Mereka dilatih sebelum pelatihan petugas lapangan lainnya karena mereka memegang peranan penting dalam kegiatan pengumpulan data sebagai seorang ketua tim dan yang bertanggung jawab terhadap kegiatan entri dan editing data di lapangan.\nSelama TOT ini mereka akan dilatih entri data.\na. Dua hari pertama adalah penguasaan konsep dan tujuan dari setiap kuesioner dan prosedur sampling.\nb. Hari ketiga adalah pelatihan entri data. \nc. Dua hari berikutnya adalah field practice dan latihan entri data. Uji coba kuesioner sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi beberapa masalah yang ada di kuesioner dan kasus-kasus yang ditemukan di lapangan, sehingga muncul konsensus-konsensus untuk digunakan dalam kegiatan pengumpulan data.\nHasil dari field practice ini dientri untuk mengetahui apakah ada masalah dalam program entri dan untuk menyelesaikan kasus-kasus baru yang muncul dari lapangan yang tidak ditemukan ketika merancang program entri sebelumnya.\nd. Hari terakhir adalah review semua kuesioner, dan training Supervisor tentang cara menyelesaikan masalah non teknis di lapangan, manajemen waktu, keuangan, dan laporan.\n\nPELATIHAN ENUMERATOR\nPelatihan enumerator dilakukan dengan mengkombinasikan antara pelatuhan di kelas dan latihan wawancara. \nPelatihan di kelas terdiri dari penjelasan konsep dan definisi kuesioner yang diikuti dengan demonstrasi cara bertanya dan mencatat jawaban. \nLatihan wawancara yang dilakukan adalah latihan wawancara diantara mereka sendiri (pair interview\/round robin) dan live responden (mengundang Responden).\nSelain itu, di malam hari ada kegiatan diskusi kelompok untuk mendiskusikan bahan-bahan pelatihan yang diberikan di pagi hari atau mengerjakan tugas kelompok.\nDi hari terakhir pelatihan di kelas, peserta dibawa ke luar untuk mempraktekkan wawancara dengan setting yang hampir sama dengan kegiatan pengumpulan data di lapangan.\nAgenda kegiatan pelatihan enumerator:\n1. Tiga hari pertama membahas kuesioner Desa dan Rumah Tangga.\n2. Setengah hari di hari keempat diskusi sampling dan latihan pengukuran antropometri, dan setengah harinya lagi tes untuk peserta.\n3. Hari kelima dan keenam adalah field practice di daerah non sample yang mirip dengan daerah survey. Tim dibentuk seperti formasi tim lapangan. Enumerator berlatih wawancara dan Supervisor berlatih supervisi, mengedit, dan mengentri.\n4. Hari ketujuh digunakan untuk review semua bahan training dan memilih tim lapangan.\n\nPENGUMPULAN DATA\nKegiatan pengumpulan data akan dilakukan oleh 12 sub tim yang terbagi dalam 4 tim. Tiap tim terdiri dari 1 supervisor yang juga akan berperan sebagai editor, 2 editor dan 12 pewawancara.\nTiap 2 Kabupaten dikoordinasi oleh 1 koordinator lapangan (SMT).\nDiperkirakan setiap pewawancara akan menyelesaikan wawancara dan pengukuran kesehatan selama 31 hari (1 bulan).\nKeberadaan Computer Assisted Field Editor (CAFE) akan sangat efektif dalam menjaga kualitas data. \nSupervisor mempunyai 2 tugas yaitu sebagai editor dan supervisor. Supervisor bertanggung jawab menjaga kualitas data dengan cara memeriksa kelengkapan kuesioner, melakukan verifikasi ke rumah tangga yang diwawancara, dan melakukan observasi.\nSelain itu Supervisor juga secara  konstan berinteraksi dengan koordinator lapangan untuk melaporkan kemajuan tim. Sebagai pewawancara, Supervisor berkewajiban untuk melakukan edit manual dan mengentri data. Di akhir wilcah, Supervisor mengirimkan data ke website kantor pusat.\nSupervisor secara konstan juga berkomunikasi dengan manajer data di kantor pusat yang memonitor dan memeriksa kualitas seluruh data yang dikirim ke kantor pusat.\nKoordinator lapangan bertanggung jawab memberikan bantuan teknik dan logistik kepada tim lapang selama survey. Koordinator lapangan secara teratur berhubungan dengan tim lapangan untuk mengklarifikasi konsep dan definisi, juga menyediakan bahan dan peralatan tepat waktu jika ada kerusakan di lapangan.","cleaning_operations":"Data entry dan editing:\nDi survey ini, orang yang mengedit dan mengentri data langsung di lapangan disebut Computer Assisted Field Editor (CAFE), dimana tiap editor ini yang dibekali lap top yang telah diinstall program entri.\nKuesioner yang telah lengkap diedit dan dientri oleh editor Cafe, dan setiap kesalahan yang ditemukan dikomunikasikan dengan pewawancara  melalui form MIS (Management Information System). Pewawancara akan memperbaiki kesalahan tersebut dan apabila diperlukan akan melakukan kunjungan ulang ke responden untuk memperoleh data yang benar.\n\nData cleaning:\nUntuk mendapatkan 0% kesalahan data entri, maka dilakukan double entri dan compare data sebanyak 100 %. Kesalahan data entri di lapangan ditemukan sebanyak 0.2 %.\nTahap-tahap data cleaning:\n1. Double entri bertujuan untuk menemukan kesalahan data entri di lapangan dan memperbaiki kesalahan tersebut. Double entri dilakukan 100 % terhadap kuesioner yang ada.\n2. Compare 1 adalah membandingkan data entri lapangan dan double entri, sehingga jumlah kesalahan data entri lapangan diketahui. \n3. Compare 2 adalah membandingkan data lapangan yang telah dimodifikasi di tahap compare 1 dengan data entri kedua untuk membersihkan kesalahan selama proses modifikasi data.\n4. Cleaning: memeriksa konsistensi data."},"analysis_info":{"response_rate":"Sekitar 93,1 % Responden utama berhasil diwawancara dan 6,9 % Responden diganti oleh Responden pengganti (cadangan).\nAlasan utama Responden utama tidak dapat diwawancara adalah: menolak, pindah, tidak mempunyai waktu cukup karena semua anggota rumah tangga sakit.\nSecara keseluruhan komposisi Responden tipe 1, tipe 2, tipe 3, tipe 4, dan tipe 5 memenuhi persyaratan yaitu 4:32:32:16:16."}},"data_access":{"dataset_use":{"cit_req":"Penggunaan data harus ditunjukkan dengan dimasukkannya kutipan yang mengandung sekurang-kurangnya:\n- Identifikasi peneliti utama (lembaga atau orang yang menyediakan data produksi)\n- Judul yang tepat dari survei (termasuk negara, tahun survei dan singkatan dari judul survei bila tersedia)\n- Jumlah referensi survei seperti yang ditunjukkan dalam katalog kami\n- Sumber dan tanggal file data download untuk data yang diperoleh secara online\n\nContoh:\n\nThe World Bank. Survei Rumah Tangga Perdesaan 2011. Ref. IDN_2011_SRTP_v01-ID_M. Data didownload dari http:\/\/microdata.worldbank.org pada 20 Desember 2013.","disclaimer":"Pengguna data menyatakan bahwa produser data, distributor resmi dari data, dan lembaga donor yang relevan, tidak bertanggung jawab terhadap penggunaan data, interpretasi, atau kesimpulan berdasarkan penggunaan data tersebut."}}},"schematype":"survey","tags":[{"tag":"noDOI"}]}