{"doc_desc":{"title":"IDN_2011_SUSETI-BASELINE_v01-ID_M","idno":"DDI_IDN_2011_SUSETI-BASELINE_v02-ID_M","producers":[{"name":"Iis Surtina","abbreviation":"IS","affiliation":"PSF, The World Bank","role":""}],"prod_date":"2013-01-20","version_statement":{"version":"Version 02 (December 2013). Edited version based on Version 01 DDI (DDI_IDN_2011_SUSETI_BASELINE_v01_M_id) that was done by Ayu Harlinah (The World Bank)."}},"study_desc":{"title_statement":{"idno":"IDN_2011_SUSETI-BASELINE_v01-ID_M","title":"Survei Sosial Ekonomi Rumah Tangga 2011","sub_title":"Baseline","alt_title":"SUSETI-BASELINE 2011","translated_title":"Household Socio-Economic Survey of Indonesia, Baseline 2011"},"authoring_entity":[{"name":"Survey Meter","affiliation":""}],"production_statement":{"funding_agencies":[{"name":"The World Bank","abbreviation":"WB","role":""}]},"series_statement":{"series_name":"Other Household Survey [hh\/oth]"},"version_statement":{"version":"v0.1 : Basic raw data"},"study_info":{"keywords":[{"keyword":"Rumah tangga","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Pendidikan","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Pekerjaan","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Konsumsi","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Aset","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Kesehatan","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Imunisasi","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Askeskin","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Raskin","vocab":"","uri":""},{"keyword":"PKPS BBM - SLT\/BLT","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Partisipasi masyarakat","vocab":"","uri":""}],"abstract":"Perubahan metode penargetan transfer sosial kepada masyarakat miskin telah menjadi perhatian beberapa negara dalam 2 dekade ini. Perubahan metode ini merupakan respons terhadap krisis keuangan dan permintaan untuk meningkatkan efektivitas program penanggulangan kemiskinan. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan beberapa program anti kemiskinan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT),  Program Asuransi Kesehatan (Askeskin). Peningkatkan target untuk program-program tersebut akan memastikan program akan mengcover  masyarakat miskin daripada masyarakat tidak miskin.\n\nMenjawab kebutuhan untuk meningkatkan kualitas penargetan, BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangungan Nasional)  meminta Bank Dunia untuk menyediakan bantuan teknis dalam mempelajari metode untuk mendesain sistem targeting rumah tangga yang lebih baik. Penemuan dari studi ini akan membantu Pemerintah untuk membuat dan mengembangkan metode baru untuk mengidentifikasi rumah tangga miskin yang memenuhi syarat untuk berbagai program bantuan.\nStudi pertama dilaksanakan bulan Movember 2008 sampai April 2009 atas kerjasama The World Bank Jakarta, Badan Pusat Statistik (BPS), dan beberapa peneliti dari Jameel Poverty Action Lab (J-PAL) di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Studi ini membandingkan metode PMT (Proxy Means Testing), metode penargetan masyarakat, dan metoda hybrid (kombinasi PMT dan penargetan masyarakat).\nHasil studi pertama ini menunjukkan bahwa pendekatan PMT memberikan perkiraan yang lebih akurat dalam konsumsi rumah tangga miskin\/hampir miskin. Sementara metode penargetan masyarakat memberi lebih akurat dalam mengidentifikasi rumah tangga konsumsi rendah. Metode hybrid memberikan perkiraan yang lebih buruk daripada kedua metode tadi. Penemuan-penemuan ini memunculkan pertanyaan kebijakan: apakah masyarakat bisa diijinkan untuk menentukan targetnya sendiri?Apakah ada pilihan hybrid yang lain yang dapat mengkombinasikan keuntungan metode PMT dan metode penargetan masyarakat?Haruskah daerah yang berbeda diberlakukan metode yang berbeda?\nUntuk memperoleh hasil yang menyeluruh, maka studi Survei Aspek Sosial Ekonomi Rumah Tangga mulai dilaksanakan.\n\nSurvey Meter ditunjuk untuk melaksanakan studi di tiga wilayah pencacahan, yaitu Sumatera Selatan, Lampung, dan Jawa Tengah. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mempelajari kemungkinan menggunakan kombinasi metode penargetan masyarakat dan metoda PMT (Proxy Mean Test), serta mempelajari manfaat dan efektivitas metode Self Targeting dimana masyarakat menentukan target mereka sendiri.","coll_dates":[{"start":"2010-12-27","end":"2011-02-27","cycle":""}],"nation":[{"name":"Indonesia","abbreviation":"IDN"}],"geog_coverage":"Cakupan wilayah penelitian: 3 provinsi","analysis_unit":"Unit analisis: rumah tangga","universe":"Kuesioner Rumah Tangga: Kepala Rumah Tangga, atau Pasangan Kepala Rumah Tangga, atau Anggota Rumah Tangga lain yang berumur 18 tahun atau lebih.\nKuesioner Komunitas: Ketua Rukun Tetangga\/Ketua Rukun Warga\/Kepala Dusun\/Lingkungan.","data_kind":"Sample survey data","notes":"1. Rumah Tangga : lokasi rumah tangga, daftar anggota rumah tangga, pendidikan, kegiatan utama, lapangan pekerjaan, pekerjaan, transportasi, konsumsi, harta\/aset, karakteristik rumah tangga, status penguasaan bangunan tempat tinggal, sumber air, sumber penerangan, fasilitas jamban, sumber bahan bakar, rangking komunitas, bantuan dari pemerintah dan sumber lain, transfer, tabungan, pinjaman, gangguan ekonomi, kesejahteraan subyektif, partisipasi masyarakat, pilihan responden, korupsi.\n\n2. Kepala Rumah Tangga: suku bangsa, bahasa yang digunakan, agama, tempat lahir, kemampuan membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia.\n\n3. Wanita : riwayat kehamilan.\n\n4. Anak: pendidikan anak usia dini (PAUD), imunisasi."},"method":{"data_collection":{"data_collectors":[{"name":"SURVEY METER","abbreviation":"SM","affiliation":""}],"sampling_procedure":"Pemilihan SLS\nDalam survey ini, Desa\/Kelurahan sudah ditentukan. Kemudian dilakukan listing untuk memilih satu SLS dan kemudian dilanjutkan dengan memilih 9 rumah tangga secara random untuk diwawancara.\nSLS di bawah Desa\/Kelurahan dipilih berdasarkan jumlah populasi, kurang dari atau sama dengan 150 rumah tangga. SLS dengan lebih dari 150 rumah tangga dipilih jika hanya SLS tersebut yang merupakan unit administrasi di bawah Desa. Segera setalah SLS terpilih, tim akan membuat daftar rumah tangga dibawah SLS tersebut dengan mengidentifikasikan Kepala Rumah Tangga dan Pasangan Kepala Rumah Tangga yang memenuhi kriteria rumah tangga PKH. \nPemilihan SLS dan daftar rumah tangga didokumentasikan dalam form L, L1, L2, L3, dan L4. Form L digunakan untuk menentukan SLS. Form L1 digunakan untuk memilih SLS di bawah Desa, seperi Dusun. Form L2 untuk memilih SLS 2 tingkat di bawah Desa, seperti RW. Form L3 untuk memilih SLS 3 tingkat di bawah Desa, seperti RT. Form L4 untuk memilih 10 rumah tangga secara random.\n\nPemilihan Rumah Tangga\nRumah tangga yang dipilih harus memenuhi kriteria:\na. mempunyai anak 0-6 tahun, dan atau\nb. mempunyai anak kurang dari 15 tahun yang masih sekolah tapi belum menyelesaikan wajib belajar 9 tahun, dan atau\nc. mempunyai wanita hamil atau baru melahirkan\n\nPenggantian rumah tangga di lapangan diperbolehkan dalam keadaan khusus dengan syarat:\n1. Rumah tangga pindah.\nDi wilcah, tim mewawancara rumah tangga nomor 1-9. Responden nomor 10 adalah rumah tangga kepala SLS. Untuk rangking Kepala Rumah Tangga di seksi CR, tim harus menyiapkan 11 nama (dimana nomor 11 adalah untuk pengganti). Tapi jika rumah tangga nomor 11 pindah maka rumah tangga nomor 11 diganti oleh rumah tangga nomor 12.\n2. Rumah tangga menolak\n3. Rumah tangga tidak dapat dihubungi sampai akhir wilcah. Kasus ini berlaku jika seluruh anggota rumah tangga tidak dapat dihubungi atau responden target tidak ada.\n4. Tidak ada responden memenuhi syarat KP (kesehatan dan pendidikan) di rumah tangga tersebut, misalnya meninggal atau pindah. Untuk kasus ini, rumah tangga terpilih diganti oleh rumah tangga yang memenuhi syarat KP (KP=1).\n\nPerubahan prosedur dalam menentukan jenis kelamian\nKomposisi antara responden perempuan dan laki-laki harus 50% - 50%. Tapi hampir di semua wilcah, responden laki-laki lebih banyak daripada responden perempuan. Contoh: diantara 9 rumah tangga yang terpilih, ada 5 responden laki-laki dan 4 responden perempuan. Jika Kepala Rumah Tangga adalah laki-laki, maka komposisi berubah menjadi laki-laki=6, perempuan=4.","coll_mode":"Face-to-face","research_instrument":"1. Buku Komunitas : jumlah kepala keluarga, mata pencaharian utama penduduk, penilaian tentang tingkat kesejahteraan, program\/aktivitas dan partisipasi masyarakat, administrasi RT\/RW\/Dusun\/Lingkungan.\n\n2. Buku Rumah Tangga : lokasi Rumah Tangga, daftar Anggota Rumah Tangga, transportasi, konsumsi, harta Rumah Tangga, karakteristik Rumah Tangga, peringkat masyarakat, identitas Kepala Rumah Tangga, kesehatan, pendidikan, imunisasi, riwayat penerimaan program kemasyarakatan, transfer, tabungan, pinjaman, gangguan ekonomi, kesejahteraan subjektif, partisipasi masyarakat, pilihan Responden, korupsi dan suap.\n\n3. Form Listing:\na. Form L : formulir listing SLS dan Kepala Rumah Tangga.\nb. Form L-1 : formulir listing dan pemilihan Dusun\/Lingkungan\/Kampung.\nc. Form L-2 : formulir listing dan pemilihan SLS tingkat 2 di Dusun\/Kampung terpilih.\nd. Form L-3 : formulir listing dan pemilihan SLS tingkat 3 di Dusun\/Kampung terpilih.\ne. Form L-4 : formulir listing dan pemilihan RT di SLS terpilih.\nf. Mapping","cleaning_operations":"Data Enti Lapangan\nEditing dan entri kuesioner dilakukan di lapangan. Metode ini memungkinan editor dan pewawancara berkomunikasi lebih baik jika ada masalah dengan kuesioner. Metode ini juga membantu pewawancara jika harus revisit ke rumah tangga. Editor menggunakan ballpoint merah untuk mengedit kuesioner.\nProgram data entri dibuat untuk mengakomodasi semua kemungkinan jawaban Responden, sehingga dapat memprotect jawaban yang tidak diinginkan. Program data entri yang bagus juga harus bisa mengcrosscheck jawaban yang berhubungan antar variabel.\nProsedur editing lapangan:\n1. Box A (siap edit dan entri) : kuesioner yang telah selesai diedit pewawancara disimpan di box A ini.\n2. Box B (perlu perbaikan) : editor menyimpan kuesioner yang perlu diperbaiki oleh pewawancara di box B ini.\n3. Box C : pewawancara menyimpan kuesioner yang telah diperbaiki di box C. Kuesioner di box C adalah kuesioner yang siap diedit\/dimodifikasi oleh Editor.\n4. Box D : kuesioner yang telah selesai diedit dan dientri editor disimpan di box D. Kuesioner di box D ini adalah kuesioner yang siap kirim ke kantor pusat.\n\nSetelah pengumpulan dan entri data selesai, editor\/supervisor harus mengirim data (elektronik) dan mengirimkan data ke kantor pusat di Yogyakarta.","method_notes":"Cleaning Data\nCleaning Data dimaksudkan untuk:\n1. Memeriksa kelengkapan kuesioner dan memeriksa konsistensi antar variabel.\nKuesioner yang dikirim dari lapangan, diperiksa di kantor pusat dan dicocokkan dengan data yang diterima. Jika ada yang tidak cocok, maka konfirmasi ke petugas lapanga. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan revisit.\nPemeriksaan konsistensi antar variabel dilakukan melalui program dan manual. Pemeriksaan secara manual dilakukan misalnya dalam memeriksa rangking rumah tangga untuk memastikan bahwa rangking kepala rumah tangga adalah kepala rumah tangga di SLS tersebut.\n\n2. Double entri.\nPetugas double entri mengentri ulang semua variabel yang ada di kuesioner, dan juga melakukan editing.  Jika menemukan masalah, petugas mencatatnya dengan menggunakan ballpoint warna hijau.\n\n3. Membandingkan data lapangan dan data double entri (Compare Data)\nKegiatan ini membandingkan data lapangan dan data double entri. Data lapangan disebut data input, sedangkan data double entri disebut data referensi. Data lapangan dijadikan sebagai master data, yang berarti perubahan dan perbaikan data dilakukan di data ini (data input).\nPetugas compare data jika menemukan perbedaan antara data input dan data referensi, maka dia harus membuat keputusan yang tepat berdasarkan konsep\/substansi. Semua perbaikan didokumentasikan dalam print out. Ketika ada inkonsistensi antar variabel, inkonsistensi pertanyaan atau data missing, petugas compare harus menghubungi Responden melalui telepon untuk konfirmasi."}},"data_access":{"dataset_use":{"cit_req":"Penggunaan data harus ditunjukkan dengan dimasukkannya kutipan yang mengandung sekurang-kurangnya:\n- Identifikasi peneliti utama (lembaga atau orang yang menyediakan data produksi)\n- Judul yang tepat dari survei (termasuk negara, tahun survei dan singkatan dari judul survei bila tersedia)\n- Jumlah referensi survei seperti yang ditunjukkan dalam katalog kami\n- Sumber dan tanggal file data download untuk data yang diperoleh secara online","disclaimer":"Pengguna data menyatakan bahwa produser data, distributor resmi dari data, dan lembaga donor yang relevan, tidak bertanggung jawab terhadap penggunaan data, interpretasi, atau kesimpulan berdasarkan penggunaan data tersebut."}}},"schematype":"survey","tags":[{"tag":"noDOI"}]}