{"doc_desc":{"title":"IDN_2011_SUSETI-ENDLINE1_v01-ID_M","idno":"DDI_IDN_2011_SUSETI-ENDLINE1_v02-ID_M","producers":[{"name":"Iis Surtina","abbreviation":"IS","affiliation":"PSF, The World Bank","role":""}],"prod_date":"2013-01-30","version_statement":{"version":"Version 02 (December 2013). Edited version based on Version 01 DDI (DDI_IDN_2011_SUSETI_ENDLINE1_v01_M_id) that was done by Iis Surtina (PSF, The World Bank)."}},"study_desc":{"title_statement":{"idno":"IDN_2011_SUSETI-ENDLINE1_v01-ID_M","title":"Survei Sosial Ekonomi Rumah Tangga 2011","sub_title":"Endline 1","alt_title":"SUSETI-ENDLINE1 2011","translated_title":"Household Socio-Economic Survey, Endline1 2011"},"authoring_entity":[{"name":"Survey Meter","affiliation":""}],"production_statement":{"funding_agencies":[{"name":"The World Bank","abbreviation":"WB","role":""}]},"series_statement":{"series_name":"Other Household Survey [hh\/oth]"},"version_statement":{"version":"v0.1 : Basic raw data"},"study_info":{"keywords":[{"keyword":"Rumah Tangga","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Pendidikan","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Pekerjaan","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Konsumsi","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Gangguan ekonomi","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Program Keluarga Harapan (PKH)","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Aset","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Networking","vocab":"","uri":""}],"abstract":"Endline survey Trip 1 merupakan bagian dari tahap akhir dalam rangkaian kegiatan Studi \"Effective Targeting of Anti-Poverty Program II\".  Hal ini karena sebelumnya telah dilakukan kegiatan pilot\/ujicoba yang dilaksanakan di 12 kelurahan di Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar dan 10 desa di Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak; dan kegiatan baseline survey yang dilaksanakan di Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah.\nTujuan dari studi ini antara lain: \n1. untuk mempelajari rangkaian kemungkinan penggunaan kombinasi metode komunitas dan PMT serta mencari keuntungan dan efektivitas dari metode self targeting dimana komunitas dibiarkan menentukan target sendiri.  \n2. untuk mempelajari cara dalam merencanakan sebuah sistem pentargetan rumah tangga penerima manfaat yang lebih baik.  \nSehingga penemuan studi ini akan mengarahkan keputusan pemerintah untuk mengembangkan metode-metode baru untuk mengindentifikasi rumah tangga miskin yang memenuhi syarat untuk berbagai macam program bantuan.\nDari studi ini diharapkan akan diperolah suatu penemuan tentang cara terbaik dalam hal penentuan pentargetan rumah tangga penerima manfaat untuk setiap program yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan.\n\nKegiatan endline survey ini antara lain bertujuan untuk mengetahui:\na. Proses sosialisasi tentang Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah studi.\nb. Keikutsertaan responden rumah tangga melakukan pendaftaran pada tempat yang telah ditentukan dan mengetahui semua permasalahannya.\nc. Tingkat kepuasan responden dengan program pentargetan dengan cara pendaftaran sendiri (self targeting).","coll_dates":[{"start":"2011-07-13","end":"2011-07-22","cycle":""}],"nation":[{"name":"Indonesia","abbreviation":"IDN"}],"geog_coverage":"Cakupan wilayah penelitian: 3 provinsi","analysis_unit":"Unit analisis: rumah tangga","universe":"Kepala Rumah Tangga, atau Pasangan Kepala Rumah Tangga, atau Anggota Rumah Tangga lain yang berumur 18 tahun atau lebih.","data_kind":"Sample survey data","notes":"RumahTangga: daftar rumah tangga, jenis kecacatan, pekerjaan, pendidikan, konsumsi\/pengeluaran, gangguan ekonomi, sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH), proses pendaftaran PKH,  tingkat kepuasan, akses ke kantor pemerintah, aset, karakteristik rumah tangga, hubungan rumah tangga dengan aparat di desa."},"method":{"data_collection":{"data_collectors":[{"name":"SURVEY METER","abbreviation":"SM","affiliation":""}],"sampling_procedure":"Survey Endline ini hanya dilaksanakan pada wilayah dengan treatment Proxy Mean Test (PMT) dan Self Targeting (ST). Dimana pada setiap wilayah treatment di survey ini sudah ditetapkan rumah tangga dan jenis kelamin responden yang menjadi target utama untuk diwawancara. Rumah tangga yang diwawancara adalah 97 rumah tangga panel treatment PMT dan 193 rumah tangga panel treatment ST, sedangkan untuk target rumah tanga baru sebanyak 155 rumah tangga baru treatment PMT dan sebanyak 599 rumah tangga baru treatment ST. Secara keseluruhan, proporsi total jenis kelamin responden di rumah tangga target seimbang, masing-masing 522 laki-laki (50%) dan 522 perempuan (50%).\nUntuk mengantsipasi atas ketidakberhasilan dalam mewawancarai semua rumah tangga target tersebut, maka disiapkan sejumlah rumah tangga cadangan untuk rumah tangga panel dan rumah tangga yang ada di wilayah dengan treatment ST (Self Targeting). Sedangkan untuk rumah tangga yang ada di wilayah treatment PMT tidak ada rumah tangga cadangannya. Rumah tangga cadangan tersebut adalah 580 rumah tangga panel cadangan (alternatif) dan 410 rumah tangga cadangan di wilayah treatment ST. \n\nProsedur Penggantian Rumah Tangga \nJika selama dilakukan pengumpulan data ditemukan kasus adanya rumah tangga yang tidak dapat diwawancara dengan berbagai alasan misalnya karena menolak, tidak dapat dihubungi atau pindah maka rumah tangga tersebut perlu untuk dilakukan penggantian. Rumah tangga bisa langsung diganti dengan rumah tangga cadangan jika kasusnya karena rumah tangga target tersebut pindah atau rumah tangga yang bepergian dan sudah dipastikan kembalinya setelah Tim meninggalkan wilcah tersebut. \nJika rumah tangga tidak dapat dihubungi, maka penggantian dilakukan pada hari terakhir tim bekerja di wilcah tersebut.","coll_mode":"Face-to-face","research_instrument":"Kuesioner rumah tangga mengumpulkan informasi tentang jenis kecacatan anggota rumah tangga, pendidikan, pekerjaan, konsumsi, gangguan ekonomi, sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH), proses pendaftaran PKH, tingkat kepuasaan terhadap PKH, akses ke kantor desa dan kantor kecamatan, karakteristik rumah tangga, penguasaan bangunan tempat tinggal, sumber air minum, fasilitas jamban, sumber penerangan, sumber bahan bakar, networking (jaringan) rumah tangga dengan aparat di desa.","coll_situation":"Tahap-tahap kegiatan sebelum pelaksanaan pengumpulan data di wilayah pencacahan : \n1. Ujicoba (Pilot) kuesioner.  \nPilot ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kekonsistenan alur pertanyaan, untuk mengetahui apakah pertanyaan sudah bisa menangkap semua variasi jawaban dari responden, dan juga untuk mengetahui rata-rata (variasi) lama wawancara untuk setiap rumah tangga baru dan rumah tangga panel. Pilot ini dilaksanakan di Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman Yogyakarta pada tanggal 7 Juli 2011.\n\n2. Training\na. Training of Trainer  \nTujuan dari training ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang survey ini sekaligus memberikan penyeragaman tentang konsep, substansi dan prosedur yang akan dilaksanakan pada survey ini. Kegiatan ini sangat penting untuk memberikan transformasi pengetahuan dan kesamaan pola pikir baik secara konsep maupun teknis kepada petugas lapangan yang nantinya akan melakukan kegiatan pengumpulan data di lapangan. Training ini juga akan menjembatani kemungkinan adanya permasalahan, baik teknis maupun substansi berkaitan dengan materi kuesioner yang pada kegiatan sebelumnya belum atau tidak ditemukan.\nKegiatan training of trainer ini dilaksanakan selama 1 hari yaitu tanggal 9 Juli 2011. Pada training ini jumlah trainers sebanyak 5 orang, dan jumlah peserta training sebanyak 13 orang. Peserta training ini juga merupakan calon supervisor tim di lapangan.  \n\nb. Training Calon Enumerator\nTraining ini dilaksanakan setelah kegiatan training of trainer selesai. Training ini bertujuan menyeragamkan pemahaman akan konsep dan substansi kuesioner yang akan digunakan. Selain itu juga untuk menyeragamkan prosedur dan aturan survey, baik teknis maupun non-teknis lapangan. Training ini dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 10-11 Juli 2011. Jumlah peserta training sebanyak 52 orang.  Rincian komposisi peserta training yaitu :  5 orang trainers, 13 orang calon Supervisor, dan 39 orang calon pewawancara.","method_notes":"Beberapa kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan cleaning data:\nA. Pemeriksaan kelengkapan kuesioner dan data.\nSetelah kuesioner dientri di lapangan, maka data tersebut dan kuesioner harus di kirim sesegera mungkin ke Pusat Data Jogjakarta.  Setelah kuesioner di terima oleh Pusat Data Jogjakarta, maka dilakukan pemeriksaan dengan cara memeriksa kesesuaian antara  fisik kuesioner dengan daftar rumah tangga target yang harus diwawancara di SLS tersebut. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesesuaian antara kuesioner dengan data. \n\nB. Double Entri. \nKegiatan ini dilakukan dengan mengentri kembali semua kuesioner rumah tangga untuk semua variabel yang ada dikuesioner. \n\nC. Compare Data\nKegiatan ini dilakukan dengan membandingkan data setiap variabel, yaitu antara data hasil entry lapangan dengan data hasil dari double entry. Dalam kegiatan compare data ini, yang menjadi master data adalah data hasil entry lapangan."},"analysis_info":{"response_rate":"Pada endline survey ini target rumah tangga yang akan diwawancara sebanyak 1.044 rumah tangga dengan komposisi rumah tangga dengan responden laki-laki sebanyak 522 orang (50%) dan rumah tangga dengan target responden perempuan 522 orang atau 50%. Hasil survey endline ternyata hanya berhasil mewawancarai sebanyak 1.035 responden atau hanya sekitar 99,1% dengan komposisi rumah tangga dengan responden perempuan sebanyak 528 orang (51%) dan rumah tangga dengan responden laki-laki sebanyak 507 orang (49%).\nDari 1.035 rumah tangga yang berhasil di wawancara tersebut, ternyata ada 2 wilcah yang masing-masing kelebihan 1 rumah tangga, yaitu wilcah 028 (Id 028904) dan wilcah 380 (Id 380905). Sehingga secara keseluruhan kekurangan rumah tangga target yang tidak diwawancara pada endline survey ini sebenarnya sebdanyak 11 rumah tangga. \nPada survey endline ini rumah tangga yang berhasil diwawancara hanya sebanyak 1035 rumah tangga, dari yang berhasil diwawancara tersebut hanya 820 (79%) rumah tangga target yang berhasil diwawancara dan 215 (21%) rumah tangga merupakan rumah tangga pengganti\/cadangan."}},"data_access":{"dataset_use":{"cit_req":"Penggunaan data harus ditunjukkan dengan dimasukkannya kutipan yang mengandung sekurang-kurangnya:\n- Identifikasi peneliti utama (lembaga atau orang yang menyediakan data produksi)\n- Judul yang tepat dari survei (termasuk negara, tahun survei dan singkatan dari judul survei bila tersedia)\n- Jumlah referensi survei seperti yang ditunjukkan dalam katalog kami\n- Sumber dan tanggal file data download untuk data yang diperoleh secara online","disclaimer":"Pengguna data menyatakan bahwa produser data, distributor resmi dari data, dan lembaga donor yang relevan, tidak bertanggung jawab terhadap penggunaan data, interpretasi, atau kesimpulan berdasarkan penggunaan data tersebut."}}},"schematype":"survey","tags":[{"tag":"noDOI"}]}