{"doc_desc":{"title":"IDN_2011_SUSETI-SELF-TARGETING_v01-ID_M","idno":"DDI_IDN_2011_SUSETI-SELF-TARGETING_v01-ID_M","producers":[{"name":"Iis Surtina","abbreviation":"IS","affiliation":"PSF, The World Bank","role":""}],"prod_date":"2013-03-04","version_statement":{"version":"Version 02 (December 2013). Edited version based on Version 01 DDI (DDI_IDN_2011_SUSETI_SELF TARGETING_v01_M_id) that was done by Iis Surtina (PSF, The World Bank)."}},"study_desc":{"title_statement":{"idno":"IDN_2011_SUSETI-SELF-TARGETING_v01-ID_M","title":"Survei Sosial Ekonomi Rumah Tangga, Self Targeting 2011","alt_title":"SUSETI-SELF TARGETING 2011","translated_title":"Household Socio-Economic Survey, Self Targeting 2011"},"authoring_entity":[{"name":"Mitra Samya","affiliation":""}],"production_statement":{"funding_agencies":[{"name":"The World Bank","abbreviation":"WB","role":""}]},"series_statement":{"series_name":"Other Household Survey [hh\/oth]"},"version_statement":{"version":"v0.1: Basic raw data"},"study_info":{"keywords":[{"keyword":"Penduduk","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Keluarga pra sejahtera","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Kesehatan","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Pendidikan","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Indikator kemiskinan","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Program Keluarga Harapan (PKH)","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Rumah Tangga Sasaran (RTS)","vocab":"","uri":""},{"keyword":"Kriteris PKH","vocab":"","uri":""}],"abstract":"Kegiatan \"Effective Targeting of Anti-Poverty Programs II\" dilaksanakan dari tanggal 3 Januari 2011 sampai 4 April 2011 di 3 provinsi yaitu Jawa tengah, Sumatera Selatan, dan Lampung.\nKegiatan ini merupakan proyek penelitian kerjasama Kantor Bank Dunia Jakarta (WBOJ), Badan Pusat Statistik (BPS), Peneliti The Innovations for Poverty Action (IPA),  Kementrian Sosial (Kemensos) RI, dan Mitra Samya.\nPenelitian ini dilakukan dalam rangka menyikapi kebijakan pemerintah yang telah meluncurkan barbagai program anti kemiskinan skala besar seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).\nTujuan kegiatan penelitian ini adalah:\n1. Untuk  membandingkan  pengorbanan  (sumberdaya  yang  harus  dikeluarkan)  dan  keakuratan setiap pendekatan proses yang paling efisien dan hemat biaya.  \n2. Untuk menyusun pedoman sebagai panduan bagi para pemangku kepentingan terkait  \n\nLokasi studi meliputi 6 kabupaten yaitu Wonogiri, Pemalang, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Palembang, dan Ogan Komering Ilir. Secara keseluruhan jumlah lokasi kegiatan\/wilayah pencacahan (wilcah) mencakup 620 desa\/kelurahan, 200 desa\/kelurahan diantaranya menggunakan metode self targeting, dan 200 desa\/kelurahan lainnya menggunan metode hybrid. \nDalam implementasinya, studi yang mengujicoba sebanyak 12 treatment\/perlakukan metode ini sekaligus dalam rangka menyeleksi calon peserta Program Keluarga Harapan (PKH).\nKhusus untuk metode pendaftaran, dilaksanakan secara kolaboratif oleh berbagai pihak di Kabupaten yaitu Dinas Sosial beserta tim pendamping PKH, Tim BPS dan Tim Fasilitator Mitra Samya.\n\nSebelumnya, pada bulan November 2008 - April 2009 telah dilakukan studi \"Effective Targeting of Anti-Poverty Program I\" yang membandingkan pengorbanan (sumberdaya yang harus dikeluarkan) yang terkait dengan penggunaan metode Proxy Mean Test (PMT), metode penargetan masyarakat, atau metode hibrida yang merupakan kombinasi dari kedua metode tersebut.\nHasil percobaan pertama ini menunjukkan bahwa pendekatan PMT memberikan perkiraan yang lebih akurat konsumsi rumah tangga secara keseluruhan, khususnya bagi rumah tangga hampir miskin. Sedangkan pendeketan berbasis masyarakat lebih akurat untuk mengidentifikasi rumah tangga konsumsi rendah. Namun, metode hibrida spesifik yang digunakan memberikan perkiraan yang lebih buruk dibandingkan metode PMT atau penargetan masyarakat.\nHasil ini memunculkan sejumlah pertanyaan kebijakan, antara lain: haruskah masyarakat diizinkan untuk melakukan penargetan sendiri, apakah ada metode hibrida lainnya yang lebih efektif menggabungkan keunggulan dari kedua pendekatan, haruskah pendekatan yang berbeda diterapkan untuk lokasi yang berbeda.\nPada bulan Mei - Juli 2010 proyek percontohan penelitian \"Effective Targeting of Anti Poverty Program\" kedua dilakukan di 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Lebak (Banten) dan Kota Makassar (Sulawesi Selatan). Hasil penelitian ini menunjukkan untuk self targeting, metode 1 tahap dan sistem digital lebih efektif dibandingkan metode 3 tahap dan sistem manual. Selain itu, penerapan metode hibrida juga terbukti menunjukkan hasil yang positif. Setelah melaui proyek percontohan tersebut, maka kegiatan \"Effective Targeting of Anti-Poverty Program II\" dilaksanakan.","coll_dates":[{"start":"2011-01-03","end":"2011-04-04","cycle":""}],"nation":[{"name":"Indonesia","abbreviation":"IDN"}],"geog_coverage":"Cakupan wilayah: 3 provinsi, 6 kabupaten, 620 desa\/kelurahan","analysis_unit":"Unit analisa : desa","universe":"Rumah Tangga: Kepala Rumah Tangga atau Pasangan Kepala Rumah Tangga.\nPertemuan masyarakat: Kepala SLS, warga masyarakat desa.\nPertemuan tokoh desa: kepala\/pengurus desa, tokoh masyarakat, guru\/kepala desa, kader puskesmas\/bidan\/perawat\/dokter, kepala SLS, tokoh adat.","data_kind":"Sample survey data","notes":"1. Desa : data tentang Kepala Desa (umur, jenis kelamin, pendidikan, agama, suku), informasi demografis desa (jumlah total penduduk, jumlah kepala keluarga pra sejahtera, jumlah penduduk berdasarkan agama dan suku.\n2. Pertemuan dengan tokoh desa: 10 indikator kemiskinan lokal, proses pendaftaran PKH, reaksi tokoh desa terhadap PKH.\n3. Pertemuan dengan masyarakat: reaksi warga terhadap PKH, dan pengertian warga terhadap proses pendaftaran dan definisi rumah tangga miskin.\n4. Rumah Tangga : kriteria PKH yang dipenuhi oleh rumah tangga yang bersangkutan, acuan kelayakan Rumah Tangga Sasaran (RTS),  perumahan dan keadaan rumah tangga, fasilitas kesehatan dan pendidikan, pendidikan Anggota Rumah Tangga, pekerjaan Anggota Rumah Tangga, status perkawinan Anggota Rumah Tangga, jenis kecacatan yang dialami Anggota Rumah Tangga."},"method":{"data_collection":{"data_collectors":[{"name":"Mitra Samya","abbreviation":"","affiliation":""}],"coll_mode":"Face-to-face","research_instrument":"1. F1 - Informasi Desa : \na. Data Kepala Desa\/Lurah: nama, umur, pertama kali menjabat sebagai kepala desa\/lurah, jadwal pemilihan kepala desa berikutnya, pendidikan tertinggi yang diselesaikan, agama, suku.\nb. Informasi Demografis Desa: jumlah penduduk, jumlah kepala keluarga pra sejahtera, jumlah penduduk berdasarkan agama, jumlah penduduk berdasarkan suku.\n\n2. F2 - Pertemuan dengan tokoh desa: informasi umum dan masukan\na. Kriteria kemiskinan: 10 indikator kesejahteraan,  3 indikator yang mempengaruhi pandangan tokoh terhadap kesejahteraan.\nb. Logistik proses pendaftaran: tempat, waktu, dan SLS yang diundang.\nc. Logistik pertemuan masyarakat: SLS yang diundang, tempat pertemuan, waktu, tokoh desa yang akan berpidato.\nd. Masukan Fasilitator: reaksi tokoh terhadap proses pendaftaran peserta PKH (protes, marah).\n\n3. F3 - Pertemuan masyarakat : masukan fasilitator\na. Tempat pertemuan.\nb. Cuaca saat pertemuan.\nc. Masukan fasilitator: reaksi warga terhadap PKH, tingkat pengertian warga tentang kewajiban rutin penerima bantuan PKH, persentase warga yang protes terhadap definisi keluarga sangat miskin, tingkat pengertian warga tentang proses pendaftaran untuk menjadi peserta PKH, persentase warga yang protes tentang alur pendaftaran, persentase warga yang marah saat pertemuan, persentase warga yang memperhatikan saat pertemuan, persentase warga yang memberikan pertanyaan\/komentar, persentase perempuan yang datang ke pertemuan, dan keaktifan perempuan dalam pertemuan dibanding laki-laki.\n\n4. F4 - Form Wawancara\na. Informasi Responden: kriteria PKH yang dipenuhi oleh rumah tangga, ART yang hadir.\nb. Acuan kelayakan Rumah Tangga Sasaran (RTS).\nc. Roster Anggota Rumah Tangga: status perkawinan, pendidikan, pekerjaan\nc. Perumahan dan keadaan rumah tangga.\nd. Fasilitas kesehatan dan pendidikan.\n\n5. F5 - Hari wawancara: Masukan Pewawancara\na. Tempat wawancara.\nb. Masukan Pewawancara: warga yang mengeluh tentang panjangnya antrian.\n\n6. S1 - Hari wawancara: panjang antrian dan cuaca"}},"data_access":{"dataset_use":{"cit_req":"Penggunaan data harus ditunjukkan dengan dimasukkannya kutipan yang mengandung sekurang-kurangnya:\n- Identifikasi peneliti utama (lembaga atau orang yang menyediakan data produksi)\n- Judul yang tepat dari survei (termasuk negara, tahun survei dan singkatan dari judul survei bila tersedia)\n- Jumlah referensi survei seperti yang ditunjukkan dalam katalog kami\n- Sumber dan tanggal file data download untuk data yang diperoleh secara online","disclaimer":"Pengguna data menyatakan bahwa produser data, distributor resmi dari data, dan lembaga donor yang relevan, tidak bertanggung jawab terhadap penggunaan data, interpretasi, atau kesimpulan berdasarkan penggunaan data tersebut."}}},"schematype":"survey","tags":[{"tag":"noDOI"}]}