The World Bank Working for a World Free of Poverty Microdata Library
  • Data Catalog
  • About
  • Collections
  • Citations
  • Terms of use
  • Login
    Login
    Home / Central Data Catalog / IDN_2009_MCLE_V01-ID_M / variable [F1]
central

Mediasi dan Penguatan Hukum Masyarakat 2009, Baseline

Indonesia, 2008
Get Microdata
Reference ID
IDN_2009_MCLE_v01-ID_M
Producer(s)
Regional Economic Development Institute (REDI)
Metadata
Documentation in PDF DDI/XML JSON
Created on
Dec 12, 2013
Last modified
Dec 12, 2013
Page views
99739
Downloads
49758
  • Study Description
  • Data Description
  • Documentation
  • Get Microdata
  • Data files
  • HH
  • Community
  • Section B
    Roster
  • Section G
    Disputes G3-G6
  • Section B.
    Biographic
    information
  • Section
    D.Program
    currently
    operating
  • Section
    D.Program
    operated 2 past
    year
  • Section
    E.Disputes
    E3-E10
  • Key Informan

Apakah RT mengalami permasalahan korupsi/pungli/suap? (g1_w)

Data file: HH

Overview

Valid: 2458
Invalid: 0
Minimum: 1
Maximum: 3
Type: Discrete
Decimal: 0
Start: 905
End: 905
Width: 1
Range: 1 - 3
Format: Numeric

Questions and instructions

Literal question
Apakah sengketa/perselisihan korupsi/pungli/suap dialami RT I/B/S dalam 2 tahun terakhir ini?
Categories
Value Category Cases
1 Ya 1
0%
3 Tidak 2457
100%
Warning: these figures indicate the number of cases found in the data file. They cannot be interpreted as summary statistics of the population of interest.
Interviewer instructions
a. Tolong melengkapi Kolom G1 dan G2 untuk semua jenis sengketa, kemudian melengkapi Kolom G3-6 untuk persoalan yang dialami, terus baru pindah ke Kolom G7-G10.

b. Untuk membantu Responden berpikir tentang sengketa lainnya, tanyakan apakah mereka pernah terlibat dalam proses musyawarah atau negosiasi dalam dua tahun terakhir. Lalu tanyakan sehubungan dengan apakah musyawarah atau negosiasi tersebut.
Question post text
Jika tidak, lompat ke baris berikut

Description

Definition
a. Tujuan Bagian G (Perselisihan) adalah:
1. Mengidentifikasi sengketa manakah yang paling umum di desa.
2. Mengidentifikasi metode yang digunakan untuk menyelesaikannya saat ini.

b. Salah satu dari fungsi terpenting dalam studi ini adalah untuk memperkuat mekanisme dalam menyelesaikan sengketa
Yang dicatat disini adalah sengketa yang telah dialami sendiri oleh rumah tangga Responden, bukan yang mereka dengar dari orang lain. Hal ini sangat penting karena akan memberikan gambaran yang lebih tepat tentang kejadian sengketa dan mencegah menghitung sengketa yang sama berulangkali.
Maksudnya sengketa yang dialami oleh anggota rumah tangga atau rumah tangga secara keseluruhan dengan individu, rumah tangga lain, sekelompok orang atau rumah tangga, perusahaan swasta atau pemerintah.
Meskipun terkadang digunakan kata persoalan, pastikan bahwa "persoalan" tersebut pada faktanya merupakan sengketa antara dua pihak. Contoh: kurangnya air di desa mungkin merupakan "persoalan" tetapi bukan sengketa hingga ada persoalan/sengketa atas distribusi air yang langka atau persoalan/sengketa dengan pemerintah tentang akses terhadap sumber air.

c. Contoh permasalahan korupsi/pungli/suap: Segala jenis sengketa yang melibatkan korupsi, penyuapan atau pemerasan yang melibatkan rumah tangga dari responden yang bersangkutan. Kejadian korupsi tidak perlu dicatat kecuali kejadian tersebut menjadi sengketa. Contoh: pembayaran suap tidak perlu dimasukkan apabila Responden tidak menentang atau menyengketakan uang suap tersebut bahkan rela membayar uang suap tersebut tanpa ragu. Namun, apabila Responden bersama-sama dengan beberapa teman menentang korupsi dari Kepala Desa sehubungan dengan beras RASKIN maka hal tersebut termasuk sebagai sengketa.
Back to Catalog
The World Bank Working for a World Free of Poverty
  • IBRD IDA IFC MIGA ICSID

© The World Bank Group, All Rights Reserved.

This site uses cookies to optimize functionality and give you the best possible experience. If you continue to navigate this website beyond this page, cookies will be placed on your browser. To learn more about cookies, click here.