The World Bank Working for a World Free of Poverty Microdata Library
  • Data Catalog
  • About
  • Collections
  • Citations
  • Terms of use
  • Login
    Login
    Home / Central Data Catalog / IDN_2009_MCLE_V01-ID_M / variable [F1]
central

Mediasi dan Penguatan Hukum Masyarakat 2009, Baseline

Indonesia, 2008
Get Microdata
Reference ID
IDN_2009_MCLE_v01-ID_M
Producer(s)
Regional Economic Development Institute (REDI)
Metadata
Documentation in PDF DDI/XML JSON
Created on
Dec 12, 2013
Last modified
Dec 12, 2013
Page views
68645
Downloads
48618
  • Study Description
  • Data Description
  • Documentation
  • Get Microdata
  • Data files
  • HH
  • Community
  • Section B
    Roster
  • Section G
    Disputes G3-G6
  • Section B.
    Biographic
    information
  • Section
    D.Program
    currently
    operating
  • Section
    D.Program
    operated 2 past
    year
  • Section
    E.Disputes
    E3-E10
  • Key Informan

Jenis atap rumah terluas (c3)

Data file: HH

Overview

Valid: 2458
Invalid: 0
Minimum: 1
Maximum: 95
Type: Discrete
Decimal: 0
Start: 117
End: 118
Width: 2
Range: 1 - 95
Format: Numeric

Questions and instructions

Literal question
Apa jenis atap terluas di rumah I/B/S?
Categories
Value Category Cases
1 Beton 36
1.5%
2 Genteng 24
1%
3 Sirap 19
0.8%
4 Seng 1872
76.2%
5 Asbes 55
2.2%
6 Ijuk/rumbia 379
15.4%
95 Lain, sebutkan ______ 73
3%
Warning: these figures indicate the number of cases found in the data file. They cannot be interpreted as summary statistics of the population of interest.
Interviewer instructions
Silahkan membaca pilihan kepada Responden

Description

Definition
Atap merujuk pada penutup paling atas dari bangunan yang melindungi orang-orang dari sinar matahari, hujan, dll.
Untuk bangunan bertingkat, atap merujuk pada bagian teratas dari bangunan tersebut.
Apabila terdapat lebih dari satu jenis bahan yang digunakan, pertanyaan ini merujuk pada bahan yang paling banyak digunakan.

1. Beton: merujuk pada atap yang terbuat dari campuran semen, kerikil, dan pasir yang dicampur dengan air.

2. Genteng: merujuk pada atap yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar. Termasuk juga genteng beton (genteng yang terbuat dari semen dan air) genteng serat semen, dan genteng keramik.

3. Rusuk atap: merujuk pada atap yang terbuat dari potongan-potongan kayu tipis, biasanya terbuat dari kayu ulin atau kayu besi (KBBI).

4. Lempeng besi (Zinc): merujuk pada atap yang terbuat dari besi tipis berlapis timah (untuk menjadikannya anti karat). Atap lempeng besi ini dapat berupa lempengan besi datar, lempengan besi bergelombang termasuk lempengan besi yang lebih umum disebut sebagai decrabond (lempengan besi yang dilapisi oleh acrylic dan epoxy).

5. Asbestos: merujuk pada atap yang terbuat dari serat mineral yang tidak mudah terbakar dan tidak mudah berubah menjadi abu ketika terbakar. Atap jenis ini termasuk campuran semen dan serat asbestos yang anti-panas dan anti-air. Atap asbestos biasanya berbentuk bergelombang.

6. Fiber palem [ijuk/rumbia]: merujuk pada atap yang terbuat dari serat gula palem [aren/enau] atau serat yang serupa yang biasanya berwarna merah.

7. Lainnya: jenis-jenis lain yang belum disebutkan di pilihan 1 sampai 6, seperti atap cogon grass, daun kelapa sawit, dll.
Back to Catalog
The World Bank Working for a World Free of Poverty
  • IBRD IDA IFC MIGA ICSID

© The World Bank Group, All Rights Reserved.

This site uses cookies to optimize functionality and give you the best possible experience. If you continue to navigate this website beyond this page, cookies will be placed on your browser. To learn more about cookies, click here.